PASANG IKLAN DI SINI... HUBUNGI ADMIN (faisal_415z@yahoo.co.id) UNTUK NEGOSIASI HARGA... peluang usaha

Cari di Sini

Pendopo Talang Ubi - Banjir April 2013

Pendopo Talang Ubi, Kab. PALI -  Akibat hujan deras yang mengguyur Kec. Talang Ubi Pendopo sejak semalam 21 April 2013 berdampak buruk pada beberapa daerah yang rawan mengalami banjir, terutama di daerah Talang Pipa yang mana dilalui oleh luapan Sungai Abab.

Air diperkirakan mulai meluap pada pukul 02:00, 22 April 2013 dini hari. yang mengakibatkan ratusan rumahpun terendam banjir dan membuat panik warga. Akibatnya wargapun berbondong bondong menyelamatkan nyawa dan barang - barang berharga dari rumah mereka menuju daerah yang lebih tinggi.

Melalui pantauan kami pada pagi ini, posko - posko pengungsian pun sudah di dirikan dan bantuan mulai berdatangan. Belum dapat dipastikan berapa rumah yang terendam banjir dan berapa kerugian yang diderita. Semua masih dalam pendataan

Banjir seperti ini, bukan baru sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, juga sudah beberapa kali terjadi banjir di Kec. Talang Ubi. Puncaknya  pada September 2007 lalu banjir besar juga pernah melanda beberapa daerah di Kec. Talang Ubi yang mengakitbatkan 600 rumah terendam bajir dan delapan rumah panggung terbuat dari kayu roboh terseret arus air.
 
Bila sudah begini siapakah yang harus kita salahkan, banjir ataukah diri kita sendiri (manusia) yang pantas untuk disalahkan.

Semoga Pemerintah bisa memberikan solusi untuk bencana banjir seperti ini agar tidak terulang - ulang kembali.


Selengkapnya...

Petani Ditemukan Tewas dalam Gulungan Kasur

 
Ilustrasi Gambar

Pendopo Talang Ubi - Diduga berlatar belakang dendam, seorang petani bernama Herbet Oktora Sarumpaet alias Herbet Sibarani (38), warga Talang Kulit, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, ditemukan tewas tergulung dalam kasur dengan kondisi tinggal tulang belulang. Ia ditemukan di kebun miliknya (korban), Selasa (16/4/2013) sekitar pukul 13.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berawal dari adanya laporan keluarga korban yang khawatir akan kondisi korban yang pergi dan tidak kunjung memberikan kabar. Apalagi ada informasi bahwa korban telah dibunuh.

Atas informasi tersebut, ia pun melaporkan ke Polsek Talang Ubi pada tanggal 7 April 2013, tentang kehilangan korban. Dan dilakukanlah pencarian,  hingga akhirnya ditemukan gulungan kasur yang diikat tali tambang sekitar 30 meter dari pondok korban. Karena penasaran, lalu gulungan kasur tersebut dibuka dan terlihat kerangka tulang-belulang yang diduga merupakan mayat Herbet.

Kapolres Muaraenim AKBP Ahmad Aris melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Alfian mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lapangan. 

Adapun motifnya diduga dibunuh karena dendam. Pelaku diperkirakan adalah empat orang berinisial J, B, M dan J, yang merupakan tetangga kebun korban sendiri. Karena keempat  pelaku sudah tidak berada lagi ditempat dan masih dalam pengejaran.
Selengkapnya...

Jamrud - Saatnya Menang (Full Album 2013)



Track List :
1. Genggam Tanganku
2. Kau Jahanam Aku Bajingan
3. Most Wanted
4. Ingin Kembali
5. Setan Manisku
6. Apa Masih Belum Cukup Uangmu
7. Saatnya Menang
8. Datang Sikat Kabur
9. Ancur
10. The Metal Slow
11. Ajari Aku New (Bonus)

Download Musik Full Album Jamrud - Saatnya Menang (Full Album 2013)
Klik Disini 
Selengkapnya...

Maha Dewa - Past to Present (Full Album 2013)

Past to Present merupakan album musik pertama karya MahaDewa yang dirilis pada tahun 2013. Lagu utamanya di album ini ialah Cinta Itu Buta. Album ini hanya dijual di gerai-gerai KFC di seluruh Indonesia.

Track List :
1. Cinta Itu Buta
2. Immortal Love Song
3. Rindu Merindu
4. Mistikus Cinta
5. Satu Hati
6. Roman Picisan
7. Elang
8. Cukup Siti Nurbaya
9. Kirana
10. Restoe Boemi II


Download Musik Full Album Maha Dewa - Past to Present (Full Album)
Klik Disini

Selengkapnya...

Warga Pendopo Talang Ubi & Tagihan Listrik Yang Membengkak...

Pendopo Talang Ubi - Sebanyak 2.687 pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Cabang Lahat, Rayon Pendopo, Kabupaten Muaraenim, tagihannya membengkak. Diduga penyebabnya adalah tagihan stand yang menumpuk dan kesalahan entry data. Akibatnya sebagian warga merasa keberatan membayar dan menolak dilakukan pemutusan aliran listrik.

"Tidak mungkinlah warga memakai sebesar itu. Memang aneh, warga sudah membayar setiap bulan normal seperti biasa, tahu-tahu ada tagihan susulan hingga jutaan rupiah yang harus dibayar lagi," ujar Suratman Hidayat alias Akhyat, seorang tokoh masyarakat Pendopo, Talangubi, Muaraenim, Minggu (3/2/2013).

Menurut Akhyat, tagihan tersebut dikeluarkan oleh PLN Pendopo beberapa bulan lalu. Jumlah tagihannya variatif, namun-namun rata-rata semuanya naik berlipat-lipat bahkan ada yang sampai puluhan juta rupiah. Pihak PLN meminta warga untuk mencicil, tetapi warga menolak sebab merasa sudah membayar setiap bulan. Selain itu juga, tagihan warga semuanya minta kembali di nol-kan dan diberlakukan seperti TDL baru.

“Kami jelas minta bukti, dimana kesalahan kami. Katanya ada penumpukan dan kesalahan entry. Jika itu memang ada itu jelas kesalahan dari PLN, mengapa ditimpakan ke masyarakat, berarti mereka tidak teliti. Masa listrik hampir setiap hari mati hidup, tetapi bayaran bertambah mahal,” tukasnya.

Hal sama dikeluhkan Iskandar Anwar dan Emi, warga Kecamatan Talang Ubi yang merasa benar-benar keberatan dan mempertanyakan darimana asal besarnya tagihan listrik yang dikeluarkan PLN.

Sebagai contoh tagihan dirinya sebesar Rp 12 juta dan Emi sampai Rp 58 juta. Padahal pemakaian seperti biasa tidak ada penambahan beban atau menggunakan listrik secara berlebihan. Yang anehnya untuk rumah Emi, itu adalah rumah kosong tetapi tagihannya mencapai Rp 58 juta.

"Dak sangguplah aku bayar lihatlah sendiri rumah aku itu, tidak mungkin sebesar itu tagihan. Aneh listrik sering mati, tetapi tagihan tambah besak," timpal Emi.

Menurut Manager PT PLN (Persero) Cabang Lahat Rayon Pendopo, Yusfan Kornedi dan Supervisor Administari PLN Rayon Arinta, membenarkan adanya keluhan dari pelanggannya yang intinya mempertanyakan besarnya tunggakan tagihan listrik tersebut.

Adapun penyebab besarnya beban pembayaran tersebut akibat adanya stand tumpuk dan kesalahan entry data. Adapun penyebab kesalahan stand tumpuk tersebut akibat sebelumnya adanya kesalahan petugas pencatat meter yang dilakukan oleh pihak ketiga sehingga terjadi akumulasi beban pembayaran pelanggan.

Sedangkan untuk masalah kesalahan entry data itu memang kesalahan petugasnya dan sudah dilakukan perbaikan sesuai dengan tagihan. Kesalahan stand tumpuk dan entry data, tersebut baru diketahui sejak Desember 2012 dan hingga sekarang belum bisa ditaksir total semua beban pembayaran dari 2.687 warga tersebut.

“Untuk kesalahan data entry tersebut seperti tagihan sebesar Rp 3 ribu, tertagih Rp 30 ribu. Memang menjadi besar jumlah tagihannnya, tetapi itu sudah tidak ada masalah lagi sebab sudah kita hitung ulang, tidak ada merugikan pelanggan sebab mereka belum membayar,” kilah Yuspan.

Sementara Kapolsek Talang Ubi, Kompol Alfian, membenarkan jika pihaknya telah menerima keluhan dari warga Pendopo terhadap tagihan PLN tersebut. Bahkan pelanggan sempat emosi namun cepat diberikan pengertian sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita sudah minta kepada PLN untuk mencari solusi sebaik mungkin, sebab masyarakat memang merasa sangat berkeberatan dan merasa dirugikan,” ujar Alfian.


Selengkapnya...

Ribuan Masyarakat PALI Larut Dalam Euphoria Pembentukan Kab. Pali


"Memasuki Kota Pendopo barisan konvoi kendaran pun bertambah diiringi puluhan sepeda motor. Sepanjang jalan menuju simpang Lima, teriakan “Hidup PALI” kembali membahana dari masyarakat di sepanjang jalan."

“Kito sudah siap dari jam 9 tadi mas, segalo gawe kito orongke demi PALI” ujar Mairil Afriyanto salah satu masyarakat Pendopo dengan semangat. Mairil juga menyatakan kalau ratusan masyarakat lainnya saat ini juga sedang mempersiapkan pesta di Simpang Lima Pendopo untuk merayakan lahirnya Kabupaten PALI.

Begitu rombongan presidium yang terdiri dari 3 bus dan 5 kendaran pribadi tiba langsung disambut dengan takbir. Nampak suasana haru muncul ditengah hadirin. Pelukan dan tangisan para pendukung mengiringi teriakan “Hidup PALI”.

Memasuki Kota Pendopo barisan konvoi kendaran pun bertambah diiringi puluhan sepeda motor. Sepanjang jalan menuju Simpang Lima, teriakan “Hidup PALI” kembali membahana dari masyarakat di sepanjang jalan.

Setiba di Simpang Lima, bunyi gemuruh dari berbagai tabuhan memeriahkan suasana. Acungan kepalan tangan, pelukan tangisan menambah suasana haru menggiring rombongan meunuju panggung yang telah disiapkan.

H Iskandar Anwar SE, Ketua Pelaksana harian Dewan Presidium Pembentukan PALI, dengan penuh emosi mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan masyarakat Pendopo.

"saya tidak menyangka masyarakat Pendopo akan menyambut dengan begini luar biasanya. Terima kasih. Kabupaten PALI terbentuk berkat do'a dan dukungan masyarakat, dukungan kita semua, saatnya kita kembali bergandeng tangan membangun PALI" tegas Iskandar berapi-api.
Iskandar juga menyatakan bahwa perjuangan menjadikan PALI  sangat melelahkan dan menguras energi. 

"Setidaknya 2  kali seminggu kami harus bolak-balik Jakarta-Pendopo. Tidak jarang kami jadi gembel bandara. tidur di emperan bandara palembang menunggu pesawat pagi. Namun itu tidak menjadikan kami patah semangat, dukungan dua ratus ribu rakyat PALI menjadi cambuk bagi kami", ujar Iskandar penuh haru.

Secara mengejutkan Iskandar Anwar dalam pidatonya menyatakan setelah istirahat selama sebulan, ia akan melakukan aksi demo besar-besaran. "Saya akan memimpin langsung demonya" tegas Iskandar. Kita akan perjuangkan Jalan Simpang Belimbing-Pendopo mulus***

SEMOGA MENJADI HARAPAN MASYARKAT PALI


Thanks to Om Indra Setiaharis atas sumber beritanya.

Selengkapnya...

Sejarah Pembentukan PALI

Pendopo, Talang Ubi - Akhirnya ketukan palu tanda pengesahan Undang Undang  atas pemekaran 7 Daerah Otonom baru benar-benar terwujud. Perasaan bahagia, bersyukur dan bangga tampak dari masing-masing warga atas utusan yang tergabung dalam pembentukan kabupaten baru bernama Pali. Mereka adalah masyarakat perwakilan 5 (lima) kecamatan yang terdiri dari; Kecamatan Talang Ubi, Kec. Tanah Abang, Kec. PenukalKecamatan Penukal Utara dan Kecamatan Abab. Hari itu, tanggal 24 Desember 2012 adalah benar-benar hari bersejarah bagi  masyarakat PALI untuk membentuk kabupaten sendiri.

Rasa sesak yang menggumpal di dada, alhasil terasa terbayar oleh perjuangan.  Tampak pimpinan siding paripurna Marzuki Alie mengetuk palu mengesahkan.  Maka saat itu pula Kabupaten PALI yang  menaungi 5 kecamatan tersebut resmi terbentuk. Tidak kurang 60 kepala desa dan 50 tokoh masyarakat yang khusus datang  ke Senayan, seakan tidak sia-sia. Rombongan yang dipimpin oleh  Iskandar Anwar, SE dan Soemaryono ini terdiri dari para kepala desa  dari 5 kecamatan dan 50 tokoh masyarakat PALI.
"Alhamdulillah,  perjuangan tidak sia-sia. energi sudah banyak terkuras untuk  mewujudkan cita-cita ini. Tidak ada kata lain, pokoknya Alhamdulillah"  tutur Iskandar yang merupakan Ketua Pelaksana Harian Dewan Presidium  PALI. 

Hal senada juga diungkapkan Yurhan, Kepala Desa Talang Bulang  Kec Talang Ubi, "Sangat senang sekali, bisa melihat langsung wakil  rakyat yang memutuskan nasib kita semua, Sebenarnya kami ini masih  lelah sehabis pulang studi banding ke Yogya, tapi begitu sampai ada  berita mau ke Jakarta kami langsung berangkat" tegas Yurhan. Lain  lagi dengan Haris Kawaludin, Kepala Desa Benuang "Asek kerit idak  kease'an lagi saking ribangnye (rasa capek tidak terasa karena  gembira)" ujar Haris dengan dialek khas Penukal.

Keputusan pengesahan kabupaten PALI dan 6 DOB lainnya sebenarnya sudah  bisa diketahui saat Rapat Pembahasan Pemekaran DOB antara Komisi II  DPR RI dengan Mendagri pada malam sebelumnya. Rapat yang dipimpin  ketua Komisi II Agun Gunanjar Gunarsa itu sudah lebih dahulu  menyepakati keputusan tersebut.
"Waktu Ketua Komisi mengetuk palu,  saya lihat jam menunjukkan pukul 20.42 WIB" kata Soemaryono.  Soemaryono sendiri adalah mantan Ketua Pansus Pembentukan Kabupaten  PALI di DPRD Muara Enim tahun 2007. Sepertinya mereka tidak mau  kehilangan momen membahagiakan itu.

SEJARAH KABUPATEN PALI
Selengkapnya...

Inilah 7 Daerah Otonomi Baru yang Disetujui Pada Tanggal 14 Desember 2012(ade Pali)

Komisi II DPR-RI bersama Pemerintah dalam hal ini Kementrian Dalam Negeri telah sepakat atas  usulan 7  Daerah Otonom Baru (DOB). Keputusan pemekaran wilayah itu diambil berdasarkan usulan dari daerah kepada pemerintah.

Pada Senin, 22/10/2012 , yang lalu ,  Kementrian dalam Negeri   dalam rapat dengan Komisi II di Gedung DPR, Senayan, menyetujui  usulan DPR, tapi moratorium sebagai sebuah permintaan menyetujui 5  DOB yang memenuhi syarat dari 19 yang diajukan untuk dibahas.
Kelima Daerah Otonomi baru yang sudah disahkan sekitar bulan Oktober 2012 yang baru lalu adalah :
  1. Provinsi Kalimantan Utara;
  2. Kabupaten Pangandaran di Jawa Barat;
  3. Kabupaten Manokwari Selatan Prov. Papua Barat;
  4. Kabupaten Pengunungan Arfak di Papua Barat;
  5. Kabupaten Pesisir Barat di Lampung.
Hari ini Jum’at tanggal 14  Desember  2012  dari  14 DOB sisa yang pernah diusulkan ada 7 DOB yang sudah disetujui dalam Rapat Pleno siang ini  menjadi Daerah Otonomi baru  yaitu :
  1. Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat;
  2. Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur;
  3. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Prov. Sumsel),
  4. Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur;
  5. Kabupaten Pulau Talibu Prov. Maluku Utara
  6. Kabupaten Banggai Laut Sulawesi tengah;
  7. Kabupaten Kolaka Timur Sulawesi Tenggara.
Selengkapnya...

Akhirnya PALI Resmi Jadi Kabupaten

"Impian masyarakat PALI untuk membentuk kabupaten sendiri kini menjadi kenyataan."
Pendopo Talang Ubi - Impian masyarakat PALI untuk membentuk kabupaten sendiri kini menjadi kenyataan. Dalam sidang tadi malam, Komisi II DPR RI dan Mendagri sepakat mengesahkan terbentuknya kabupaten PALI bersama 7 Daerah Otonom Baru (DOB)lainnya, melengkapi 5 daerah DOB baru yang disahkan 23 Oktober 2012 yang lalu. Menurut Anggota Pelaksana harian Dewan Presidium Pembentukan
Kabupaten PALI, Soemaryono, rapat yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Agun Gunanjar  berlangsung lancar. Dan tepat pukul 20.40 WIB kabupaten PALI disepakati oleh seluruh peserta sidang.

Soemaryono bersama 65 orang warga PALI gabungan dari 5 Kecamatan, masing-masing kecamatan Talang Ubi, Kecamatan Penukal, Kecamatan Tanah Abang, Kecamatan Penukal Utara dan Kecamatan Abab, datang langsung ke Jakarta khusus untuk memberikan dukungan pembentukan kabupaten PALI. Dengan menggunakan 5 unit kendaraan, rombongan tersebut berangkat Hari Rabu (12/12) . Setiba di Jakarta rombongan langsung menuju DPR RI untuk mengikuti sidang Komisi II yang mengagendakan pembahasan Pemekaran wilayah.

Soemaryono juga mengungkapkan, dari 7 daerah otonom baru yang disahkan tersebut, Kabupaten Muratara (Musi Rawas Utara) gagal disetujui, sehingga Sumatera Selatan hanya bertambah satu kabupaten menjadi 23 kabupaten. "Alhamdulillah mas, dari 7 DOB itu, Kabupaten PALI salah satunya" ujar mantan Ketua Pansus Kab. PALI DPR Kab. Muara Enim ini.

Soemaryono juga menambahkan, besok pagi (14/12/12)pukul 09.00 akan dilaksanakan sidang Paripurna DPR RI untuk mengesahkan RUU Kab. PALI yang sudah disetujui tersebut.

Selengkapnya...

Talang Ubi Pendopo & Potensi Batu Bara


Daerah Talang Ubi secara administratif terletak dalam Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Muara Enim dan Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan, atau terletak pada Lembar Peta No.1012-44 dan 1012-43, Bakosurtanal, dengan  luas +1200 km2.
     Daerah penyelidikan ditutupi oleh tiga formasi dengan kedudukan selaras satu sama lainnya berumur Miosen – Pliosen. Urutan  Formasi dari tua ke muda adalah Formasi Air Benakat, Muara Enim dan Kasai yang diendapkan pada fase regresi Cekungan Sumatera Selatan. Formasi Muara Enim bertindak sebagai pembawa endapan batubara utama di cekungan tersebut.
     Batubara di daerah Talang Ubi dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok bawah terdiri dari Seam Petai, Suban dan Mangus dengan penyebaran tidak kontinu dan ketebalan total rata-rata 8 m. Kelompok atas terdapat dalam anggota M4 terdiri dari tiga lapisan utama yaitu Seam Benakat (10,7 - 29,74 m), Seam G2 (1,87 - 35,42 m) dan Seam Lematang (6,7 - 19,55 m). Panjang sebarannya mencapai 45 km dengan kemiringan rata-rata 5o.
     Mutu batubara daerah Talang Ubi termasuk klas Subbituminous Hight Volatile dengan kisaran nilai kalori (adb) 5035 - 5280 kkal/kg  atau 6208 – 6692 kal/kg (daf) kandungan abu (adb) rata-rata 6% dan Inherent Moisture (adb) 12,9 - 15,1%, serta kandungan sulfur rata-rata rendah tidak lebih dari 0,2%.
     Sumberdaya batubara dengan batasan ketebalan minimum 1,0 m dan dihitung sampai kedalaman 50 m memberikan angka 1,6 milyar ton.

Selengkapnya...